RSS

Monthly Archives: October 2010

Jaringan Semantik (PKB)

Jaringan Semantik adalah suatu gambaran dari ilmu pengetahuan yang menggambarkan suatu hubungan hierarkis antar objek. Jaringan Semantic terdiri dari node dan penghubung yang menunjukkan obyek dan informasi tentang obyek tersebut. Obyek bisa berupa benda atau peristiwa dan antara dua obyek dihubungkan oleh node.

Untuk Lebih jelasnya dapat kita lihat pada contoh gambar jaringan semantik yang saya buat dibawah ini :

Penjelasannya :

Jakarta merupakan sebuah Ibu kota, Jakarta memiliki banyak Mall contoh mall nya adalah MOI dan MKG, Jakarta memiliki banyak tempat Wisata contoh tempat wisata ANCOL dan RAGUNAN, Jakarta sering Macet, Jakarta sering Bancir dan Jakarta dipenuhi banyak kendaraan contoh kendaraannya adalah Metromini dan Angkot. dari penjelasan tersebut dapat kita lihat bahwa kelebihan jaringan semantik adalah dapat mewariskan informasi dari satu node ke node yang berhubungan.

 

 
Leave a comment

Posted by on October 25, 2010 in Uncategorized

 

SCRIPT ( Tugas PKB )

Contoh Scrip Pada Sidang Scripsi :

alur (track)                  : Sidang Scripsi
Role                              : Mahasiswa, Dosen Penguji
Prop (pendukung)    : Tranparansi/Power Point, Soft Cover Penulisan, lembar Absensi, Lembar hasil sidang(revisi).
Kondisi Input             : Mahasiswa yang sudah memenuhi syarat untuk dapat mengikuti sidang scripsi.

adegan 1                     : Persiapan Sidang

  • Dosen Penguji datang keruang sidang
  • Dosen Penguji memberikan Lembar Absensi
  • Mahasiswa Mengisi Lembar Absensi
  • Mahasiswa menunggu giliran untuk masuk keruang sidang


adengan 2                 : Mahasiswa Masuk kedalam ruang sidang

  • Mahasiswa dipanggil untuk masuk keruang sidang
  • Mahasiswa membagikan soft cover
  • Mahasiswa mempersiapkan transparansi/power point


adegan 3                  : Mahasiswa melakukan Presentasi

  • Mahasiswa menunjukan slide presentasi
  • Mahasiswa memulai presentasi
  • Dosen Penguji membaca soft cover penulisan
  • Mahasiswa selesai melakukan presentasi
  • Dosen Penguji memberikan pertanyaan
  • Mahasiswa menjawab pertanyaan


adegan 4                 : Mahasiswa selesai sidang

  • Mahasiswa membereskan slide presentasi
  • Dosen penguji memberikan kertas revisi
  • Mahasiswa membawa soft cover, slide presentasi, kertas revisi
  • Mahasiswa keluar ruang sidang


Hasil                        :

  • Mahasiswa merasa senang karena lancar dalam sidang
  • Mahasiswa merasa kecewa karena gagal dalam sidang
  • Mahasiswa merasa lega
  • Mahasiswa merasa bersyukur
  • Mahasiswa menangis
 
Leave a comment

Posted by on October 25, 2010 in Uncategorized

 

Perancangan Agent Penjaga Rumah

ROBOT

Tingginya tingkat kejahatan pada saat sekarang ini mengakibatkan semakin tingginya tingkat kewaspadaan terhadap kejahatan, banyak masyarakat yang berani mengeluarkan banyak uang hanya untuk mendapatkan keamanan yang lebih bagus, baik dengan menyewa pihak keamanan dari kepolisian, maupun dari kalangan swasta. Terutama pada saat seseorang meninggalkan rumahnya seperti pada saat pergi mudik, ataupun hal yang lainnya, dimana harus meninggalkan rumahnya dengan jangka waktu yang lama ataupun sebentar, mengakibatkan keresahan kepada sang pemilik rumah, dimana timbul rasa takut kalau rumahnya akan dimasukin oleh maling.

Pada tulisan kali ini saya akan membahas bagaimana perancangan pembuatan agent yang akan membantu seseorang dalam menjaga rumahnya. Agent merupakan suatu entitas yang menerima input dari lingkungannya (persepsi) dan bertindak (aksi) sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Agent tersebut dalam bentuk robot, dimana robot tersebut tidak seperti robot biasanya, robot akan diberikan program komputer, sensor gerak maupun sensor cahaya. Sebuah robot penjaga rumah harus mempunyai:

  • Sensor
  • Effector
  • Percepts
  • Action

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Penjelasan dibawah ini :

klik Gambar untuk memperbesar

 

Robot yang dibuat kali ini merupakan robot yang multifungsi, selain menjaga rumah dari maling robot ini juga dapat dapat mendeteksi panas pada areal rumah yang dijaga, sehingga jika terjadi kebakaran, robot secara otomatis akan menyalakan alarm kebakaran memanggil pemadam kebakaran. Robot ini juga memiliki tingkat rasional yang cukup tinggi dan juga sensor yang memadai, dimana jika terdapat suatu gerakan didalam rumah, maka robot akan mendeteksi gerakan tersebut, apakah gerakan tersebut dari binatang (tikus, kucing, cicak dll) atau dari gerakan manusia, jika dari gerakan manusia maka robot akan mengirimkan vidio kondisi rumah kepada pemilik rumah, dimana pemilik rumah mempunyai handphone yang memiliki fasilitas 3G ataupun dikirim ke perangkat lain seperti laptop. maka jika gerakan tersebut berasal dari orang yang tidak dikenal, robot ataupun pemilik rumah dapat langsung menghubungi pihak keamanan. Robot tersebut sudah diinput suara manusia untuk melakukan panggilan kepada pihak yang berwajib. Robot ini juga memiliki sensor cahaya, dimana memiliki tugas untuk menghidupkan maupun mematikan lampu. Jika rumah ditinggalkan dalam waktu lama, maka robot harus dapat mengisi energinya sendiri, baik dengan cara me-recharge dirinya sendiri ke listrik.

 
Leave a comment

Posted by on October 11, 2010 in Uncategorized

 

Teknologi Akses Internet Rumah

Teknologi Informasi yang semakin pesat mangakibatkan banyaknya bermunculan teknologi-teknologi modern yang mendukung manusia dalam berinteraksi dan beraktifitas. Salah satunya adalah perkembangan internet yang telah banyak membantu manusia dalam mendapat informasi dan melakukan aktifitas sehari-hari. Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik).  Penggunaan internet dari tahun ke tahun akan semakin membludak seiring dengan semakin banyaknya akses poin internet seperti warnet, Wi-Fi di pusat-pusat keramaian, 3G, HSDPA dan lain-lain.

Koneksi internet yang digunakan oleh setiap pengguna tentunya berbeda-beda, sesuai kelebihan dan kekuranganya masing-masing. Kalau kita kelompokan, koneksi internet yang digunakan terdiri dari dua jenis, yaitu koneksi internet dengan menggunakan kabel dan nirkabel ( wireless ).

sesuai dengan perkembangan internet, Para pengguna Internet khususnya di Indonesia sudah mulai melirik broadband sebagai media komunikasi Internet utamanya. jaringan Internet broadband cukup banyak berkembang baik dari segi teknologinya maupun produk-produknya yang dilempar ke pasaran oleh penyedia jasa Internet, Teknologi broadband memang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi meluasnya penggunaan Internet. Teknologi Internet broadband secara umum didefinisikan sebagai jaringan atau servis Internet ybiasa ang memiliki kecepatan transfer yang tinggi karena lebar jalur data yang besar. Kecepatan transfer yang dijanjikan oleh servis broadband adalah sampai sekitar 128 Kbps atau lebih.

Teknologi broadband yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah teknologi DSL, teknologi Cable, dan fixed wireless. Masing-masing media memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri yang  justru menjadikan opsi bagi yang ingin menggunakannya.


Teknologi Cable

  • Teknologi DSL (Digital Subscriber Line)

DSL merupakan teknologi yang memanfaatkan bandwidth yang tidak digunakan pada jaringan telepon tembaga biasa yang telah lama ada untuk menghantarkan data digital berkecepatan tinggi. Koneksi DSL sangat mudah digunakan seperti halnya koneksi dial-up biasa. Namun, sifat dan kecepatannya seperti halnya koneksi leased line yang dapat selalu aktif selama koneksi ke sentral terminasi DSL masih aktif. Teknologi DSL dapat tersedia berkat adanya sebuah perangkat bernama DSLAM (DSL Access Multiplexer). Perangkat inilah yang membuat media koneksi berjalan menggunakan teknologi DSL dan menjadi pusat terminasi. DSL biasanya menggunakan sinyal frekuensi dengan range yang cukup tinggi, yaitu hingga 1 MHz. Masing-masing tipe DSL berbeda-beda dalam hal penggunaan frekuensi. Sebagai contoh teknologi ADSL menggunakan frekuensi 20 KHz sampai 1 MHz.

DSL MODEM

Symmetric DSL (SDSL)

Kebalikan dari Asymmetric, Symmetric DSL merupakan koneksi yang memiliki spesifikasi jalur upload dan download yang sama persis keduanya. Jaringan dengan spesifikasi seperti ini sangat cocok digunakan untuk keperluan aplikasi komersial, di mana pengguna akhir juga memiliki kemampuan untuk mengirim data dalam jumlah besar ke Internet. SDSL sangat cocok digunakan untuk aplikasi seperti pengiriman e-mail besarbesaran dengan attachment yang besar, melakukan upload informasi ke Internet, membuat web server, FTP server, dan banyak lagi. Biasanya servis jenis ini harganya lebih mahal daripada ADSL dan sangat cocok untuk keperluan perusahaan.

G.SHDSL

Teknologi DSL yang satu ini dapat melayani penggunanya dengan fitur multi-rate (kecepatan yang dapat berbeda-beda), multi-service, dengan jarak jangkauan yang lebih panjang dari teknologi DSL yang lainnya, dan dapat dikuatkan sinyalnya sehingga dapat berjalan sangat jauh. G.SHDSL ini dapat memberikan penggunanya kecepatan transfer mulai dari 192 Kbps sampai dengan 2,3 Mbps. Teknologi ini diklaim dapat memberikan jarak jangkauan 30 persen lebih besar daripada teknologi DSL lainnya yang ada saat ini. Teknologi ini diharapkan nantinya dapat menggantikan implementasi dari SDSL yang ada saat ini.

Integrated Service Digital Network DSL (IDSL)

Dari namanya saja, mungkin Anda sudah dapat menduga bahwa teknologi DSL yang satu ini merupakan perpaduan fitur antara teknologi ISDN dengan DSL. Seperti halnya ISDN, IDSL menggunakan satu pair kabel untuk mentransmisikan data secara full duplex dengan kecepatan hingga 144 Kbps. IDSL pada dasarnya adalah sebuah line ISDN BRI yang digunakan sebagai jalur leased line, dengan kata lain jalur ISDN BRI yang tidak perlu di-switch penggunaannya. Jalur IDSL ini tidak memiliki channel signaling seperti ISDN yang sesungguhnya. Jalur ini dapat dikonfigurasi dengan kecepatan 64 Kbps, 128 Kbps, atau

Very-high-data-rate DSL (VDSL)

VDSL dapat menghantarkan data penggunanya mulai dari 13 Mbps sampai dengan 52 Mbps downstream dan 1,5 hingga 2,3 Mbps upstream hanya dengan menggunakan satu pasang kabel tembaga twisted. Jarak jangkauan dari teknologi inilah yang menjadi kelemahannya, karena jarak maksimalnya hanya sejauh 1,3 km saja.

High-data-rate DSL (HDSL)

Teknologi HDSL memiliki kecepatan transfer data yang sama dengan jaringan E1 saat ini. Maka dari itu, HDSL memang telah banyak digunkan oleh penyedia jasa jaringan untuk menggantikan jalur-alur E1 mereka yang relatif lebih mahal biaya penyediaannya. HDSL dapat beroperasi melayani penggunanya dalam jarak 3,6 km saja. Namun, repeater atau penguat dapat Anda pasang untuk memperpanjang jangkauannya.

  • Dial-up

Merupakan koneksi internet yang memanfaatkan jalur telpon (telpon rumah), dengan cara menghubungi nomor telpon khusus agar bisa digunakan untuk berintenetan. Koneksi dial-up memang jauh lebih lambat dibandingkan dengan koneksi internet lainya., kecepatan maksimum yang didapat hanya sekitar 56 Kbps, kecepatan tersebut bahkan bisa lebih parah pada kondisi tertentu, seperti pada siang hari dimana traffic pengguna telpon sedang meningkat, selain itu, biaya koneksinya juga masih relative mahal.

Dengan semakin meluasnya penggunaan Cable TV  serta kebutuhan Internet yang semakin booming, maka dimanfaatkanlah infrastruktur Cable TV ini untuk melewatkan data. Bahkan di beberapa negara juga melewatkan sinyal-sinyal telepon. Dengan demikian, para penyedia jasa jaringan Cabel biasa mengeruk profit lebih banyak dari infrastruktur yang telah mereka buat dengan biaya yang cukup mahal. Beberapa keuntungan yang akan didapat pengguna dari adanya teknologi Cable adalah sebagai berikut:

  • Teknologi Cable yang melewatkan koneksi Internet dapat memungkinkan penggunanya melakukan koneksi VPN ke kantor pusat secara non-stop, sehingga pengguna bagaikan memiliki jalur pribadi sendiri dengan koneksi yang tanpa henti.
  • Kecepatan transfer yang relatif tinggi dipadukan dengan harga yang tidak terlalu mahal memungkinkan pengguna yang berkantor di rumah dapat menikmati Internet cepat juga.
  • Teknologi TV Cable plus Internet dapat menciptakan servis baru, yaitu TV Interaktif.

Media fiber optik digunakan dengan tujuan untuk akan meniadakan amplifier sinyal, membawa siyal dengan lebih bersih, kecepatan transfer yang lebih tinggi dan dengan jarak yang lebih jauh dibandingkan kabel coaxial biasa. Dengan adanya semua kelebihan ini, kendala dan problem yang ada di jaringan Cable dapat jauh berkurang sehingga pelanggan lebih nyaman dalam menonton TV maupun ber-Internet.

FIBER OPTIK

Koneksi Internet Nirkabel (wireless)

wireless adalah teknologi tanpa kabel, dalam hal ini adalah melakukan hubungan telekomunikasi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti kabel. Saat ini teknologi wireless berkembang dengan pesat, secara kasat mata dapat dilihat dengan semakin banyaknya pemakaian telepon sellular, selain itu berkembang pula teknologi wireless yang digunakan untuk akses internet. Wireless LAN menggunakan gelombang elektromagetik (radio dan infra merah) untuk melakukan komunikasi data menyalurkan data dari satu point ke point yang lain tanpa melalui fasilitas fisik. Koneksi ini menggunakan frekuensi tertentu untuk menyalurkan data tersebut, kebanyakan Wireless LAN menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Frekuensi inilah yang disebut dengan Industrial, Scientific and Medical Band atau sering disebut ISM Band, seperti telah dijelaskan di atas.

Dalam beberapa produk peralatan ini menggunakan PCMCIA Card dengan kemampuan 11 mbps. Sering terjadi kesalahpahaman di sini. Yang dimaksud dengan 11 mbps di sini adalah kemampuan maksimal Card tersebut untuk melakukan suatu transmisi, bisa dikatakan jumlah maksimal upstream dan downstream alat tersebut. Kemampuan ini tidak selalu dapat berjalan seperti yang disebut 11 mbps tadi, kalau kita hitung paling tidak akan terjadi loss sekitar 50%, jadi alat tersebut mampu mentransmit data 5,5 mbps. Ini bisa dilakukan bila kita menggunakan point-to-point, artinya di kedua sisi menggunakan peralatan yang sama.

Bila sudah melakukan point-to-multipoint, akan terjadi pengurangan yang cukup signifikan, Multipoint disini dapat dianalogikan dengan hub, jadi semakin banyak yang tersambung dengan multipoint tersebut maka akan terjadi penurunan kemampuan transmit data. Dalam suatu alat Multipoint yang menggunakan Wireless LAN 11 mbps atau kadang-kadang disebut Access Point, dapat menampung lebih kurang 32 pengguna perseorangan, tetapi bila yang tersambung adalah suatu jaringan LAN pula, maka akan terjadi penurunan kemampuan paling tidak setengahnya, jadi maksimal suatu Base Transceiver System (BTS) adalah menerima 16 pengguna dari LAN.
Kemampuan ini pun dapat menurun apabila di BTS dilakukan pen’cekek’an bandwidth seperti 128 kbps, maka kemampuan penyaluran data dari BTS itu pun akan berkurang pula.

Kelebihan Wireless

  • Mobilitas dan Produktivitas Tinggi, WLAN memungkinkan client untuk mengakses informasi secara realtime sepanjang masih dalam jangkauan WLAN, sehingga meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas. Pengguna bisa melakukan kerja dimanapun ia berada asal dilokasi tsb masuk dalam coverage area WLAN.
  • Kemudahan dan kecepatan instalasi, karena infrastrukturnya tidak memerlukan kabel maka instalasi sangat mudah dan cepat dilaksanakan, tanpa perlu menarik atau memasang kabel pada dinding atau lantai.
  • Fleksibel, dengan teknologi WLAN sangat memungkinkan untuk membangun jaringan pada area yang tidak mungkin atau sulit dijangkau oleh kabel, misalnya dikota-kota besar, ditempat yang tidak tersedia insfrastruktur kabel.
  • Menurunkan biaya kepemilikan, dengan satu access point sudah bisa mencakup seluruh area dan biaya pemeliharaannya murah (hanya mencakup stasiun sel bukan seperti pada jaringan kabel yang mencakup keseluruhan kabel)

Kekurangan Wireless

  • Biaya peralatan mahal (kelemahan ini dapat dihilangkan dengan mengembangkan dan memproduksi teknologi komponen elektronika sehingga dapat menekan biaya jaringan).
  • Delay yang besar, adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul dan banyak sumber interferensi (kelemahan ini dapat diatasi dengan teknik modulasi, teknik antena diversity, teknik spread spectrum dll).
  • Kapasitas jaringan menghadapi keterbatasan spektrum (pita frekuensi tidak dapat diperlebar tetapi dapat dimanfaatkan dengan efisien dengan bantuan bermacam-macam teknik seperti spread spectrum/DS-CDMA) dan keamanan data (kerahasiaan) kurang terjamin (kelemahan ini dapat diatasi misalnya dengan teknik spread spectrum).

WIRELESS ROUTER

 
Leave a comment

Posted by on October 5, 2010 in Uncategorized